Salah satu penyebab benjolan yang muncul di sekitar anus pada ibu hamil adalah ambeien (hemorrhoid, wasir). Benjolan ini umumnya berwarna kemerahan menyerupai daging, mudah berdarah, bisa hilang timbul (terutama setelah BAB keras) namun bisa juga muncul terus menerus. Benjolan akibat ambeien akan menyebabkan penderitanya merasakan tidak nyaman di sekitar anus, bisa terasa gatal, mengganjal, atau nyeri. Selain itu, jika benjolan membengkak dan sulit dimasukkan kembali, maka bisa muncul pembengkakan di anus, dan juga gejala obstruksi usus, seperti mual, muntah, dan sebagainya. Ambeien terjadi ketika pembuluh darah vena yang ada di anus dan rektum bagian bawah mengalami pembengkakan.Ambeien lebih sering dialami oleh wanita hamil karena adanya peningkatan tekanan intraabdomen akibat janin yang semakin membesar. Di samping itu, konstipasi yang ibu alami bisa juga memperberat kondisi ini.Namun, mendiagnosis ambeien memerlukan pemeriksaan dokter secara langsung. Pada beberapa kasus, bahkan diperlukan pemeriksaan fisik tambahan, seperti colok dubur. Karena, pada beberapa kondisi, bisa juga gejala ambeien muncul menyerupai gejala penyakit lain, misalnya:Prolapsus rekti (turunnya rektum dari perlekatannya karena dinding panggul yang melemah)Kanker anus (tumor ganas di anus)Kutil kelaminKanker kolorektal (tumor ganas di usus besar)Fistula ani (terbentuknya saluran abnormal yang menghubungkan rektum dan anus bagian bawah dengan kulit luar), dan sebagainyaJadi, hanya dokter yang kompetenlah yang mampu membedakan dan menentukan penanganan yang tepat. Maka dari itu, sebaiknya ikuti anjuran bidan Anda untuk memeriksakan langsung keluhan Anda ke dokter ya.. Mengingat kondisi Anda yang saat ini sudah melahirkan, Anda bisa memeriksakan diri ke dokter umum terlebih dulu. Jika perlu, dokter umum tersebutlah nantinya yang akan merujuk Anda ke dokter spesialis yang tepat, misalnya dokter spesialis bedah atau lainnya.Sebagai penanganan awal, sebaiknya hindari dulu kondisi yang bisa meningkatkan tekanan dalam rongga perut, misalnya mengangkat barang berat, batuk, bersin, atau muntah yang terlalu sering. Jaga juga berat badan ideal Anda agar tidak menimbulkan beban yang cukup berat di rongga perut. Hindari konstipasi dengan memperbanyak minum, makan sayur, serta buah-buahan. Tidak lupa, hindari memasukkan, menarik, atau mengoleskan apapun ke benjolan tanpa saran dari dokter. Untuk meredakan nyeri sementara, Anda bisa mengkonsumsi dulu obat paracetamol.

x

Hi!
I'm Kara!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out